Tuesday, 4 October 2016

Teka-teki yang Baru Terjawab


(Kisah Nyata)

Saat aku kelas 4 SD aku bersekolah di SDK PaVanDersteur di daerah Bekasi. Disana aku diajar oleh ibu Agri yang menjadi wali kelasku saat itu. Kalau tidak salah ia mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia (kalau tidak salah yaa). Aku ingat teman-temanku begitu baik dan kami sangat senang diajar oleh Ibu Agri. Ia adalah orang yang ramah dan suka memberikan teka-teki.

Suatu hari, ia berulang tahun yang kesekian (kira kira pertengahan 20-30). Dan ketika ia selesai mengajar, kami semua menghampirinya dan mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. Dengan gembiranya kami membuntutinya keluar dari kelas sambil menyanyikan lagu-lagu yang biasa dinyanyikan dihari ulangtahun. Namun, tiba-tiba ia berpaling dan berbicara sesuatu.
"Terima kasih ya, anak-anak. Tapi sebenarnya dihari ulang tahun ibu ini, ibu senang dan juga sedih."
Kami pun sontak bertanya, "Kenapa, Bu? Kenapa, Bu?"
"Coba, kalian cari tahu kenapa," kata Bu Agri sambil berjalan kearah ruang guru.

YANG LUCUNYA adalah....
Kami semua menganggap itu adalah masalah yang sangat serius dan sangat ingin tahu apa jawaban dari "teka-teki" yang diberikan oleh Ibu Agri. Sampai-sampai di jam istirahat kami makan bersama sambil berunding untuk mencari jawaban yang sebenarnya tidak terlalu penting amat. Namun, rupanya perundingan tersebut tidak jua memberikan jawaban bahkan hingga hari ini diumurku yang ke-19 aku dan teman-teman belum memberi tahu Bu Agri jawabannya.

Seiring berjalannya usiaku hingga hampir memasuki kepala 2 aku jadi merasakan apa yang Bu Agri ceritakan. Melihat kedua orang tuaku yang sekarang menginjak pertengahan 40-50 tahun, serta melihat adikku yang sekarang juga sudah remaja, aku jadi mulai tahu apa jawaban dari kesedihannya.
Ternyata menjadi dewasa memang semakin rumit. Apalagi, kita juga tahu bahwa umur kita didunia ini semakin berkurang. 

Momen ulangtahun ternyata tidak hanya bisa dijadikan acara untuk bersenang-senang, namun juga sebagai refleksi diri dari apa yang kita lakukan selama hidup didunia.

Semakin dewasa, jujur saja aku semakin takut. Takut melihat diriku yang seperti apa nantinya. Apakah aku akan seperti impianku dimasa kecil? Atau aku menjadi orang memalukan buat diriku dimasa lalu? Memang benar Bu Agri. Sedih dibertambah usia memang tak dapat dipungkiri. Yang bisa kita lakukan adalah selalu bersyukur dan tambah bersyukur buat hari yang Tuhan beri.
Ulang tahun Holy, Monic dan Dinda

Ulang tahun Holy, Monic dan Dinda (2)

Ulang Tahun Mama 

Ulang Tahun Mama (2)

Ulang Tahun Ghea

Ulang Tahun Adha

Ulang Tahun Reva


Ulang Tahun Andrea


dan ulangtahun-ulangtahun selanjutnya...



No comments:

Post a Comment