Saturday, 13 August 2016

Bahagialah pernah kecewa

Orang tua punya banyak kekayaan yang tidak dimiliki oleh anak kecil. Ya, mereka punya pengalaman. Selama (anggap saja kita berbicara tentang orang tua umur 50 tahun) 50 tahun mereka berjuang mengarungi hidup, tentu banyak yang mereka lalui. Jatuh dari sepeda, jatuh cinta, ditinggal kesurga oleh ayah ibu, berkeluarga, memiliki anak yang pemarah. Terbayang betapa banyak perasaan marah dan kecewa yang hadir setiap tahunnya didalam hidup mereka.

Kucing yang pernah tertabrak motor akan lebih waspada untuk menyebrang jalan ditengah keramaian lalu lintas. Mungkin kucing itu terluka, ia merasakan sakitnya dan panasnya terkena knalpot motor. Kucing itu tidak mau lagi merasakan panasnya knalpot motor. Maka, ia berhati-hati.

Andai didalam pertemanan dan percintaan semua orang seperti kucing itu. Waspada. Apakah kelebihan dan kekurangannya?
Kelebihannya: Semua orang akan lebih waspada dalam bergaul. Mereka mengobservasi segala hal mengenai sosok yang akan didekati/ sedang mendekati mereka. Tidak mudah jatuh terbawa perasaan, dan probabilitas disakiti akan lebih kecil. 

Kekurangannya: Tidak mudah percaya dengan orang lain (entah ini kelebihan atau kekurangan). Tidak ada kesempatan kedua/ tidak mudah untuk memaafkan. Sukar merasakan cinta yang apa adanya, selalu bertanya adanya apa. Probabilitas menuntut lebih besar. Dan yang lebih parah, tidak ingin menjalani sebuah komitmen karena terlalu waspada.

Meskipun kekurangan dari "kewaspadaan" itu terlihat ekstrem, namun banyak orang yang lebih memilih tetap waspada dalam sebuah hubungan berdasarkan pengalaman masa lalu mereka, baik pengalaman sendiri atau pengalaman teman dan orang tua.

Dahsyat memang bekas luka kecewa itu.

1 comment: