Saturday, 16 July 2016

Komentar, Percaya Diri dan Pesan dari Pipi.

Hari ini aku belajar bahwa kepercayaan diri bisa dibangun dengan cara memilah komentar orang lain. Maksudnya apa? Komentar orang lain, apapun itu, jangan asal didengar. Dengarkan saja komentar yang membangun dan membuat kamu tidak jatuh atau menjadi rendah diri. Ambil hal itu sebagai sesuatu yang positif dan membuat diri kamu menjadi lebih baik.

Aku kadang suka berfikir kok lancar banget ya orang-orang yang bisa ngatain orang atau menghina orang terang-terangan.Coba lihat instagramnya mulan jameela atau tiara (anaknya). Itu tuh bisa dilihat bahwa manusia bisa punya sifat setega itu. Menurutku kata-kata pedas yang dilontarkan itu sama saja kayak kita membunuh dia secara mental. Dan itu efek buruknya pasti akan sangat besar. Apalagi terhadap anak-anak. 

Menurut Family Lives, efek dari komentar-komentar negatif (khususnya dalam media online) itu sangat besar, seperti:
1. Percaya diri yang rendah.
2. Menjadi penyendiri dan menjauh dari keluarga.
3. Suka mencari alasan dan jalan untuk menjauhi lingkungan sekolah atau tempat dimana teman-teman seumuran berada. (berkaitan dengan percaya diri)
4. Suka menjauh dari lingkungan dan tempat yang ramai. (kurang bisa bergaul)
5. Sifat berubah menjadi emosional dan temperamental. (suka menangis sendiri, marah pada hal-hal kecil, suka membentak, merasa depresi)
6. Ingin merubah fisik diri secara drastis. (dikarenakan mencoba untuk bisa diterima oleh lingkungan)
7. Kehilangan berat badan secara drastis.
8. Suka membully orang lain juga. (ini efek yang paling parah karena dari sinilah muncul keturunan dan generasi perusak mental)

Sudah terlalu banyak aku lihat orang-orang yang memenuhi ciri-ciri diatas, aku sendiri contohnya. Aku terlalu capek dan marah untuk melihat hal itu terjadi disekitarku akhir-akhir ini. Aku cuma bisa menangis sendiri dan merenungkan apa yang mereka lakukan ke teman-temanku. Aku gak bisa mengubah mereka. Siapakah aku menghakimi mereka? Aku tahu mereka juga korban dari ini semua. Aku juga tahu mereka sebenarnya tersakiti dan terluka. Jadi apa mau dikata?


Hanya hal-hal ini yang bisa kita lakukan untuk generasi kita selanjutnya agar tidak lagi bermulut kasar dan ketus serta ringan untuk mengomentari orang lain (secara negatif):

1. Jika sedang ada acara keluarga, jangan pernah menanyakan hal yang memalukan/menjatuhkan secara umum kepada seseorang. 
Ini seringkali terjadi dikeluarga besarku. Aku paling tidak nyaman jika seseorang menanyakan hal memalukan tentang diriku dan ia menanyakan dengan suara besar hingga semua perhatian tertuju padaku. Tak jarang penanya juga akan menaseati sifat burukku, atau membahas kesalahan masa laluku, atau kadang membanding-bandingkan kita didepan umum. Namun jika mereka tahu akan kelebihan kita, biasanya ia akan diam dan pura-pura tidak dengar. 
Asal kalian tahu, hal ini memberikan efek buruk kepadaku dan teman-temanku yang juga merasakan hal yang sama.

2. Jangan pernah menilai orang lain secara diam-diam dipikiran kita. (secara negatif)
Hal ini adalah awal dari iri hati, kecemburuan dan perilaku buruk lainnya. 
Biasanya dimulai dari apa yang kita lihat seperti "Ih baju dia kok bisa bagus banget ya?" Pikiran kita akan berlanjut berujung fitnah menjadi "Jangan-jangan dia simpanan om-om?" Atau akan berlanjut menjadi kata-kata hinaan atau sumpah serapah lainnya.

3. Selalu keluarkan kata-kata positif saja bahkan ketika sedang meng-kritik orang lain.
Ketika mengomentari orang lain hindari kata-kata ketus atau yang bisa menjadi salah tangkap. Biasanya yang diakhiri dengan "deh", "ih", "lah", "jijik", "sampah", "gak guna, "y", "ok", "mksh."
Apakah susahnya bagi kita selalu menyisipkan kata-kata penyemangat dan ceria disetiap pembiacaraan kita dengan orang lain? Coba deh sehari selalu mengeluarkan kata-kata baik. Dijamin, kamu akan merasa lebih segar dan bahagia.

4. Selalu tersenyum.
Dalam hal apapun. Aku sudah pernah melakukan riset pribadi (haha). Dimana ada satu hari aku selalu tersenyum, dan ada hari dimana aku mencoba tidak tersenyum. Dan itu sangat terasa perbedaannyaaaaaa.
Dihari aku suka tersenyum:
  • Teman-teman juga ikut tersenyum.
  • Aku jadi selalu berpikir positif.
  • Aku melewati hari tersebut tanpa beban.
  • Aku hanya merasa bahagia sepanjang hari itu. (padahal sebenarnya bisa saja aku tidak bahagia)
Dihari aku tidak tersenyum:
  • Teman-teman sukar mendekatiku, mereka takut kali yaa.
  • Bawaannya selalu ingin marah.
  • Selalu curiga sama semua orang kalau mereka orang jahat.
  • Hari itu rasanya hampa, ingin dirumah saja.
5. Selalu bersyukur.
Ini adalah obat dari segala obat. Apapun yang kamu punya, kamu miliki, hargailah itu, syukurilah itu. Isilah setiap kata-kata yang kamu ucapkan dengan "untung ajaa.." daripadah "ah cuma ini." Selalulah bersyukur dan hindari kata-kata mengeluh. Berkacalah dicermin dan tersenyumlah pada dirimu, berterimakasihlah kepada Tuhan atas wajah cantik dan tampan yang Tuhan berikan kepadamu.


Untuk semua orang yang suka mengatakan kata-kata "pedas." Aku cuma mau bilang, aku tahu kalian terluka dan pernah menjadi korban, atau mungkin hidup kalian sangat sempurna dan tidak merasakan penderitaan yang selalu kalian jadikan bahan ejekan. Kalian harus tahu, bahwa kalian menang dan aku mengalah. Aku kalah karena aku keluar dari perang ini. Aku tidak akan mau lagi terlibat dalam komentar-komentar negatif kalian. Karena aku tidak mau menjadi generasi yang ringan bicara kasar dan ketus untuk mengomentari orang lain. Aku harap kalian mau ikut keluar dari zona nyaman kalian itu dan ikut berkompetisi bersama kami menjadi anak-anak yang selalu membagikan dan menebarkan sukacita.

Aku juga secara pribadi memohon maaf jika dengan sengaja/tidak pernah mengeluarkan kata-kata negatif yang menyakiti hati kalian. Aku sangat terbuka terhadap saran dan komentar positif. :)

No comments:

Post a Comment