Wednesday, 20 July 2016

Kisah Seekor Kelinci

Suatu hari seekor kelinci sedang berada dihutan mencari makanan.
Namun sepertinya matanya tidak tertuju pada rumput-rumput dan wortel-wortel.
Lagipula wortel apa yang ada di dalam hutan?

"HEEI KELINCI," teriak serigala mengagetkannya dari balik badannya.
"A.. a.. ampun serigala," kata kelinci.
Serigala segera menangkap tangan kelinci dan menyeretnya kerumahnya.
Rupanya sang kelinci akan dijadikan santapan makan siangnya saat itu.

"Tunggu, tunggu sebentar serigala. Ini terasa tak adil bagiku. Tubuhku yang kecil begitu hina diolok sepanjang hari. Apakah untungku ada didunia ini? Aku memang ingin mengakhiri hidupku. Tapi bolehkah aku meminta suatu permintaan sebelum aku mati?"

Melihat wajah sang kelinci yang muram tergeraklah hati sang serigala.
"Bolehlah kalau begitu inginmu. Lakukan sesuai pintamu. Jadi apa yang harus kulakukan?"

"Begini, serigala. Ada lubang didekat balai desa. Kita akan berlomba masuk kedalam lubang itu. Siapa yang cepat keluar ia pemenangnya. Kalau kau menang, maka bolehlah kau cincang habis tubuh ini," pinta kelinci.

Dengan menyinyir meremehkan serigala membalas, "oke kalau itu maumu."

"Oke serigala, kita mulai ya. 1.. 2.. 3.. Ayo berlari!"


Serigala itu begitu cepat larinya. Kokoh kakinya melintasi sepanjang jalan desa. Sang kelinci tertinggal jauh dibelakang. Namun.. mengapa ia tampak begitu santai ya?

"Itu dia lubangku! Hahaha, bodohnya kau kelinci, kau tahu tak ada didesa ini yang lebih jago daripadaku." Segeralah ia meloncat kedalam lubang itu dan semua binatang-binatang didesa menyaksikan lompatan indahnya.

"Wah, kau lihat itu? Ada apa ya yang terjadi?" tanya tupai kepada gajah.

Menyusul ketertinggalannya, sang kelinci pun sudah sampai didepan lubang itu. Melompatlah ia kedalam sana.
Wooossh..


1 menit..
2 menit..

5 menit..

Semua binatang menunggu suatu hal terjadi. Tapi nyatanya tak ada apa-apa.


Tiba-tiba di menit ke-20 keluarlah sebuah tangan. Tangan yang kecil dan halus, tak ada kuku panjang, hanya bulu putih nan indah. AHA! ITU TANGAN KELINCI! Apa yang dipegangnya itu?
Astaga! Ia memegang sepotong kaki yang lepas dari badannya. Kaki siapakah itu? Kakinya kotor dan sangat kokoh. Jangan-jangan.. itu kaki serigala?
Astaga. Benar. Kelinci keluar dari lubang sambil memegang potongan kaki serigala.

"Kelinci, bagaimana kau melakukannya?" tanya musang.
"Kau hebat! Kau pandai sekali! Memang sudah lama aku membenci serigala!" teriak monyet.
"Kau tega sekali kelinci, walau ia jahat kau tak boleh melakukan itu," tangis anak domba.

Sang kelinci menjawab denga gagah, "Hei kalian semua, jangan macam-macam kepadaku. Aku bisa melakukan apa saja, bahkan kepada yang terkuat sekalipun." teriak kelinci dengan sombongnya.
Semuaa binatang takut dan ogah melihat tampang kelinci. Ada yang marah, ada yang kecewa.

Sang kelinci tertinggal sendirian dibalai desa. Akhirnya ia berjalan menuju rumahnya dan duduk didalam kamar sambil menyesali perbuatannya. Apa sebenarnya yang terjadi?


Ketika malam tiba, keluarlah ia dari kamarnya dan menuju kelubang itu.
Ia tidak masuk namun hanya menunggu dari luar lubang dan berteriak.
"Hey, keluarlah. Tak ada yang melihatmu. Sudah puaskah kau hari ini?"
Keluarlah singa sambil menjilati tangannya yang masih dinodai darah serigala.
"Hehehe, terimakasih ya kelinci. Jangan lupa kau harus mencari mangsa lagi esok. Atau tidak engkau akan ku bunuh. Hahaha!"

No comments:

Post a Comment