Saturday, 30 July 2016

Karma

Semua orang yang menggunakan kata 'karma' dalam hidupnya pasti pernah mengalami kepahitan yang luar biasa. Karma diharapkan seseorang terjadi pada orang lain pasti karena ada alasannya. Misalnya, dendam berkepanjangan.
Diri ini pribadi tidak terlalu percaya adanya karma.
Aku lebih percaya pada firman dalam Alkitab yang mengatakan "apa yang kau tabur itu yang kau tuai." (Galatia 6:7)

Tapi dengan melihat gambar ini mungkin aku jadi agak percaya akan karma. Hihi

Canda deng.

Intinya sih, tabur saja kebaikan. Jangan tabur iri, kebohongan dan amarah.

Friday, 22 July 2016

Oknum teriak "Korupsi" sendirinya "Korupsi"

Ceritanya diri ini lagi menyibukkan diri mengikuti kegiatan di departemen sendiri. Puji Tuhan anak departemen Matematika baik-baik. Serius. Beneran. Menurut pipi sih..
Semenjak ikut beberapa kepanitiaan dimasa lalu dan masa kini, ada banyak sekali pelajaran dan keterampilan yang terasah. Contohnya, dalam hal 'terbuka.' 

Memiliki keperibadian ENFJ, ternyata tidak membuat aku lekas mudah percaya sama orang. Ya mungkin karena hasil extrovert dan introvert aku 50:50. Tapi puji Tuhan-nya lagi, dikepanitiaan dan organisasi, aku diajarkan untuk terbuka dan "minta tolong." Ada beberapa masalah yang sebelumnya aku lewati disuatu kepanitiaan, karena aku tidak bisa yang namanya minta tolong. Tidak tahu kenapa, aku sungkan sekali orangnya dan pemalu untuk urusan beginian. HEHE

Banyak hal yang membuka otak dan hati kita ketika ikut kepanitiaan/organisasi atau aku singkatnya ya kegiatan dikampus. Kita bisa bertemu banyak orang baru, sifat baru, pemikiran baru, super duper random pokoknya.

Seperti contohnya kisah ini yang ingin aku bagikan kepada teman-teman yang akan masuk ke kampus impian kalian. Aku ingin bilang, "Jangan terlalu berekspektasi besar, kepada manusia."
Singkat cerita aku dan sahabat cerita-cerita tentang kegiatan kampus kami. Yang bikin aku terkejut adalah kisah-kisah teman aku yang cerita masalah keuangan kegiatan kampus yang mereka jalani. Ini hasil rangkumannya.

"Iya, bener bener shock banget pi, aku diajakin buat nilep uang kegiatan ini. Aku gak tahu harus gimana. Semua orang udah setuju untuk ngambil uang ini," kata A.
"Yaampun sama! Sumpah, aku pas diajakin gituan langsung marah banget ya. Emang uang sebanyak itu diambil buat apaan sih, aku juga gabutuh amat. Langsung aja aku left grup itu dan gak mau berurusan lagi sama mereka. Bodo amat mereka mau nyuri, aku gak ikutan," kata B.
"Ihh itu masalah uang ya, kalau diaku, kita kan buat oprec gitu ya buat acara besar. Segalanya udah dipersiapkan matang-matang, dari kampanye sampai untuk mengujinya gitu, padahal sebenernya pemenangnya udah ditetapin dari sebelum oprec," kata C.
(waktunya tidak berbarengan dan bukan kata-kata sebenarnya, lebih detailnya lagi malah lebih parah)


Aku saat denger itu kayak............



Ternyata oh ternyata.. kebanyakan malah yang suka ikut demo hihi..

Seriusan aku benar-benar bersyukur sama Tuhan Yesus karena aku SELALU dikelilingi orang-orang baik dan jujur. Tidak ada satu pun sahabat aku yang ikut begituan dan aku percaya sekali sama mereka. Guys, pipi bangga banget sama kalian!!
Mereka juga cerita bahwa mereka kaget saat pertama kali terjun didunia seperti itu dan tidak menyangka akan melihat praktik korupsi secara langsung.
Bahkan ada satu sahabatku yang namanya disamarkan berkata "Astaga gak nyangka banget ya nih mahasiswa (nunjuk ke si orang/ bukan generalisasi mahasiswa) pada teriak korupsi ke gedung dpr tapi sendirinya begitu." Karena indahnya kata-kata itu maka aku jadinya judul postku hari ini.

Begitulah teman-teman. Didrama perkuliahan ini, kalian akan menemukan sosok-sosok baru yang tidak kalian sangka. Jadi ada baiknya jangan berharap kepada manusia. Karena kalian bisa saja dikecewakan.
Semangat kuliahnya! Cheers🍻🎆



Wednesday, 20 July 2016

Kisah Seekor Kelinci

Suatu hari seekor kelinci sedang berada dihutan mencari makanan.
Namun sepertinya matanya tidak tertuju pada rumput-rumput dan wortel-wortel.
Lagipula wortel apa yang ada di dalam hutan?

"HEEI KELINCI," teriak serigala mengagetkannya dari balik badannya.
"A.. a.. ampun serigala," kata kelinci.
Serigala segera menangkap tangan kelinci dan menyeretnya kerumahnya.
Rupanya sang kelinci akan dijadikan santapan makan siangnya saat itu.

"Tunggu, tunggu sebentar serigala. Ini terasa tak adil bagiku. Tubuhku yang kecil begitu hina diolok sepanjang hari. Apakah untungku ada didunia ini? Aku memang ingin mengakhiri hidupku. Tapi bolehkah aku meminta suatu permintaan sebelum aku mati?"

Melihat wajah sang kelinci yang muram tergeraklah hati sang serigala.
"Bolehlah kalau begitu inginmu. Lakukan sesuai pintamu. Jadi apa yang harus kulakukan?"

"Begini, serigala. Ada lubang didekat balai desa. Kita akan berlomba masuk kedalam lubang itu. Siapa yang cepat keluar ia pemenangnya. Kalau kau menang, maka bolehlah kau cincang habis tubuh ini," pinta kelinci.

Dengan menyinyir meremehkan serigala membalas, "oke kalau itu maumu."

"Oke serigala, kita mulai ya. 1.. 2.. 3.. Ayo berlari!"


Serigala itu begitu cepat larinya. Kokoh kakinya melintasi sepanjang jalan desa. Sang kelinci tertinggal jauh dibelakang. Namun.. mengapa ia tampak begitu santai ya?

"Itu dia lubangku! Hahaha, bodohnya kau kelinci, kau tahu tak ada didesa ini yang lebih jago daripadaku." Segeralah ia meloncat kedalam lubang itu dan semua binatang-binatang didesa menyaksikan lompatan indahnya.

"Wah, kau lihat itu? Ada apa ya yang terjadi?" tanya tupai kepada gajah.

Menyusul ketertinggalannya, sang kelinci pun sudah sampai didepan lubang itu. Melompatlah ia kedalam sana.
Wooossh..


1 menit..
2 menit..

5 menit..

Semua binatang menunggu suatu hal terjadi. Tapi nyatanya tak ada apa-apa.


Tiba-tiba di menit ke-20 keluarlah sebuah tangan. Tangan yang kecil dan halus, tak ada kuku panjang, hanya bulu putih nan indah. AHA! ITU TANGAN KELINCI! Apa yang dipegangnya itu?
Astaga! Ia memegang sepotong kaki yang lepas dari badannya. Kaki siapakah itu? Kakinya kotor dan sangat kokoh. Jangan-jangan.. itu kaki serigala?
Astaga. Benar. Kelinci keluar dari lubang sambil memegang potongan kaki serigala.

"Kelinci, bagaimana kau melakukannya?" tanya musang.
"Kau hebat! Kau pandai sekali! Memang sudah lama aku membenci serigala!" teriak monyet.
"Kau tega sekali kelinci, walau ia jahat kau tak boleh melakukan itu," tangis anak domba.

Sang kelinci menjawab denga gagah, "Hei kalian semua, jangan macam-macam kepadaku. Aku bisa melakukan apa saja, bahkan kepada yang terkuat sekalipun." teriak kelinci dengan sombongnya.
Semuaa binatang takut dan ogah melihat tampang kelinci. Ada yang marah, ada yang kecewa.

Sang kelinci tertinggal sendirian dibalai desa. Akhirnya ia berjalan menuju rumahnya dan duduk didalam kamar sambil menyesali perbuatannya. Apa sebenarnya yang terjadi?


Ketika malam tiba, keluarlah ia dari kamarnya dan menuju kelubang itu.
Ia tidak masuk namun hanya menunggu dari luar lubang dan berteriak.
"Hey, keluarlah. Tak ada yang melihatmu. Sudah puaskah kau hari ini?"
Keluarlah singa sambil menjilati tangannya yang masih dinodai darah serigala.
"Hehehe, terimakasih ya kelinci. Jangan lupa kau harus mencari mangsa lagi esok. Atau tidak engkau akan ku bunuh. Hahaha!"

Monday, 18 July 2016

Life's Injustice: Ecclesiastes




Moreover I saw under the sun, in the place of justice, that wickedness was there;
and in the place of righteousness;
that wickedness was there.





I said in my heart, "God will judge the righteous and the wicked;
for there is a time there for every purpose and for every work."

I said in my heart, "As for the sons of men, God tests them, so that they may see that they themselves are like animals.






for that which happens to the sons of men happens to animals.
Even one thing happens to them.
As the one dies, so the other dies.
Yes, they have all one breath;
and man has no advantage over the animals;
for all is vanity.








All go to one place.
All are from the dust, and all turn to dust again.
Who knows the spirit of man, whether it goes upward, and the spirit of the animal, whether it goes downward to the earth?"

Therefore I saw that there is nothing better, than that a man should rejoice in his works;

for that is his portion:
for who can being him to see what will be after him?

Then I returned and saw all the oppressions that are done under the sun;
and behold, the tears of those who were oppressed, and they had no comforter;
and on the side of their oppressors there was power;
but they had no comforter.






Therefore I praised the dead who have been long dead more than the living who are yet alive.


Yes, better than them both is him who has not yet been, who has not seen the evil work that is done under the sun.

Then I saw all the labor and achievement that is the envy of a man's neighbor. This also is vanity and a striving after wind.

Sunday, 17 July 2016

Kelas 1 Tahun Ajaran 2015-2016

Teruntuk adik-adikku baik didalam foto/tidak.
1. Helen, 2. Hans, 3. Felix, 4. Rade, 5. Valie, 6. Sander, 7. Bintang, 8. Raja, 9. Almira, 10. Chelsea, 11. Cherish, 12. Maria, 13. Kenzo, 14. Karel,15. Esther, 16. Bianca, 17. Jose, 18. Reno, 19. Nathalie, 20. Laura, 21. Delin, 22. Delia, 23. Viola, 24. Tupado, 25. Aditya, 26. Davino, 27. Jojo, 28. William, 29. Xavier, 30. Vyan


Halo adik-adikku yang aku kasihi dan aku sayangi! Mungkin kalian tidak baca ini atau mungkin baca. (mengingat kalian kebanyakan sudah punya HP sendiri dan akses internet)
Tidak menyangka sekarang kalian sudah naik ke kelas 2! YEAAY
Rasanya baru saja kakak menyambut kalian di kelas 1 dan baru sebentar membimbing kalian disini. Ternyata sekarang adik-adik kakak sudah besar. Sudah pintar semua, ranking semua disekolah, sudah bisa membaca, bisa menulis, bisa berbicara dengan baik, dan sangat aktif dikelas!

Jika mengingat setahun kebelakang, kakak melihat adik-adik yang polos yang selalu mewarnai tiap minggu kakak. Semua penat kakak hilang karena kalian, loh! Adik-adik semua selalu memuji kakak, menunjukkan perhatian kalian kepada kakak, dan juga mencari perhatian kepada kakak hehe :p Tapi kakak senang kok :)

Adik-adik, kakak begitu bangga kepada kalian. Kakak memang tidak ada ikatan darah dengan masing-masing dari kalian. Tapi ikatan persaudaraan kita disekolah minggu ini begituuuuu melekat dan bersyukurnya lagi karena Tuhan mengijinkan kakak untuk menyayangi kalian semua. Kalian semua adalah adik-adik kakak selamanya. Tolong, jangan salahkan kakak jika akan selalu sayang, perhatian, memeluk dan mencium kening kalian secara paksa setiap minggunya hahaha.

Sekarang, kakak punya adik-adik baru, loh! Mereka cantik, tampan, baik dan polos sekali seperti kakak bertemu kalian dulu. Kakak harap adik-adik baru kita ini juga akan pintar seperti kalian dan bisa melewati masa-masa kelas 1 ini dengan baik. Kalian juga harus pintar dan rajin ya di kelas 2 ini. Kelas 2 pasti akan lebih sulit, jadi belajarnya harus semakin giat juga.

Love, Kak Opi.

Saturday, 16 July 2016

Komentar, Percaya Diri dan Pesan dari Pipi.

Hari ini aku belajar bahwa kepercayaan diri bisa dibangun dengan cara memilah komentar orang lain. Maksudnya apa? Komentar orang lain, apapun itu, jangan asal didengar. Dengarkan saja komentar yang membangun dan membuat kamu tidak jatuh atau menjadi rendah diri. Ambil hal itu sebagai sesuatu yang positif dan membuat diri kamu menjadi lebih baik.

Aku kadang suka berfikir kok lancar banget ya orang-orang yang bisa ngatain orang atau menghina orang terang-terangan.Coba lihat instagramnya mulan jameela atau tiara (anaknya). Itu tuh bisa dilihat bahwa manusia bisa punya sifat setega itu. Menurutku kata-kata pedas yang dilontarkan itu sama saja kayak kita membunuh dia secara mental. Dan itu efek buruknya pasti akan sangat besar. Apalagi terhadap anak-anak. 

Menurut Family Lives, efek dari komentar-komentar negatif (khususnya dalam media online) itu sangat besar, seperti:
1. Percaya diri yang rendah.
2. Menjadi penyendiri dan menjauh dari keluarga.
3. Suka mencari alasan dan jalan untuk menjauhi lingkungan sekolah atau tempat dimana teman-teman seumuran berada. (berkaitan dengan percaya diri)
4. Suka menjauh dari lingkungan dan tempat yang ramai. (kurang bisa bergaul)
5. Sifat berubah menjadi emosional dan temperamental. (suka menangis sendiri, marah pada hal-hal kecil, suka membentak, merasa depresi)
6. Ingin merubah fisik diri secara drastis. (dikarenakan mencoba untuk bisa diterima oleh lingkungan)
7. Kehilangan berat badan secara drastis.
8. Suka membully orang lain juga. (ini efek yang paling parah karena dari sinilah muncul keturunan dan generasi perusak mental)

Sudah terlalu banyak aku lihat orang-orang yang memenuhi ciri-ciri diatas, aku sendiri contohnya. Aku terlalu capek dan marah untuk melihat hal itu terjadi disekitarku akhir-akhir ini. Aku cuma bisa menangis sendiri dan merenungkan apa yang mereka lakukan ke teman-temanku. Aku gak bisa mengubah mereka. Siapakah aku menghakimi mereka? Aku tahu mereka juga korban dari ini semua. Aku juga tahu mereka sebenarnya tersakiti dan terluka. Jadi apa mau dikata?


Hanya hal-hal ini yang bisa kita lakukan untuk generasi kita selanjutnya agar tidak lagi bermulut kasar dan ketus serta ringan untuk mengomentari orang lain (secara negatif):

1. Jika sedang ada acara keluarga, jangan pernah menanyakan hal yang memalukan/menjatuhkan secara umum kepada seseorang. 
Ini seringkali terjadi dikeluarga besarku. Aku paling tidak nyaman jika seseorang menanyakan hal memalukan tentang diriku dan ia menanyakan dengan suara besar hingga semua perhatian tertuju padaku. Tak jarang penanya juga akan menaseati sifat burukku, atau membahas kesalahan masa laluku, atau kadang membanding-bandingkan kita didepan umum. Namun jika mereka tahu akan kelebihan kita, biasanya ia akan diam dan pura-pura tidak dengar. 
Asal kalian tahu, hal ini memberikan efek buruk kepadaku dan teman-temanku yang juga merasakan hal yang sama.

2. Jangan pernah menilai orang lain secara diam-diam dipikiran kita. (secara negatif)
Hal ini adalah awal dari iri hati, kecemburuan dan perilaku buruk lainnya. 
Biasanya dimulai dari apa yang kita lihat seperti "Ih baju dia kok bisa bagus banget ya?" Pikiran kita akan berlanjut berujung fitnah menjadi "Jangan-jangan dia simpanan om-om?" Atau akan berlanjut menjadi kata-kata hinaan atau sumpah serapah lainnya.

3. Selalu keluarkan kata-kata positif saja bahkan ketika sedang meng-kritik orang lain.
Ketika mengomentari orang lain hindari kata-kata ketus atau yang bisa menjadi salah tangkap. Biasanya yang diakhiri dengan "deh", "ih", "lah", "jijik", "sampah", "gak guna, "y", "ok", "mksh."
Apakah susahnya bagi kita selalu menyisipkan kata-kata penyemangat dan ceria disetiap pembiacaraan kita dengan orang lain? Coba deh sehari selalu mengeluarkan kata-kata baik. Dijamin, kamu akan merasa lebih segar dan bahagia.

4. Selalu tersenyum.
Dalam hal apapun. Aku sudah pernah melakukan riset pribadi (haha). Dimana ada satu hari aku selalu tersenyum, dan ada hari dimana aku mencoba tidak tersenyum. Dan itu sangat terasa perbedaannyaaaaaa.
Dihari aku suka tersenyum:
  • Teman-teman juga ikut tersenyum.
  • Aku jadi selalu berpikir positif.
  • Aku melewati hari tersebut tanpa beban.
  • Aku hanya merasa bahagia sepanjang hari itu. (padahal sebenarnya bisa saja aku tidak bahagia)
Dihari aku tidak tersenyum:
  • Teman-teman sukar mendekatiku, mereka takut kali yaa.
  • Bawaannya selalu ingin marah.
  • Selalu curiga sama semua orang kalau mereka orang jahat.
  • Hari itu rasanya hampa, ingin dirumah saja.
5. Selalu bersyukur.
Ini adalah obat dari segala obat. Apapun yang kamu punya, kamu miliki, hargailah itu, syukurilah itu. Isilah setiap kata-kata yang kamu ucapkan dengan "untung ajaa.." daripadah "ah cuma ini." Selalulah bersyukur dan hindari kata-kata mengeluh. Berkacalah dicermin dan tersenyumlah pada dirimu, berterimakasihlah kepada Tuhan atas wajah cantik dan tampan yang Tuhan berikan kepadamu.


Untuk semua orang yang suka mengatakan kata-kata "pedas." Aku cuma mau bilang, aku tahu kalian terluka dan pernah menjadi korban, atau mungkin hidup kalian sangat sempurna dan tidak merasakan penderitaan yang selalu kalian jadikan bahan ejekan. Kalian harus tahu, bahwa kalian menang dan aku mengalah. Aku kalah karena aku keluar dari perang ini. Aku tidak akan mau lagi terlibat dalam komentar-komentar negatif kalian. Karena aku tidak mau menjadi generasi yang ringan bicara kasar dan ketus untuk mengomentari orang lain. Aku harap kalian mau ikut keluar dari zona nyaman kalian itu dan ikut berkompetisi bersama kami menjadi anak-anak yang selalu membagikan dan menebarkan sukacita.

Aku juga secara pribadi memohon maaf jika dengan sengaja/tidak pernah mengeluarkan kata-kata negatif yang menyakiti hati kalian. Aku sangat terbuka terhadap saran dan komentar positif. :)

Sunday, 10 July 2016

The Water is Wide


The water is wide
I can't cross over
And neither have I wings to fly
Give me a boat
that can carry two
And both shall row
my love and I

Oh love is gentle 
and love is kind
The sweetest flower 
when first it's new
but love grows old 
and waxes cold 
and fades away
like morning dew

There is a ship 
and she sails the sea
She's loaded deep
 as deep can be
But not as deep
 as the love I'm in
I know not how
 I sink or swim

The water is wide,
 I can't cross over
And neither have I wings to fly
Give me a boat
 that can carry two
And both shall row,
 my love and I
And both shall row,
 my love and I

-Pete Seeger



Wednesday, 6 July 2016

1 tahun lalu..

Defi Suciana Subardini Doloksaribu-Siska Yolanda Naibaho-Jojor Sinta Marito Hutapea-Novita Olivera Sihombing

Saturday, 2 July 2016

Pertama kali....

Pengalaman pertama emang gak pernah bisa bikin lupa.
Pergi ke kampung halaman pertama kali.
Makan kue bantal pertama kali.
Berantem sama sahabat pertama kali.
Jatuh cinta pertama kali. 
Ketemu artis pertama kali.
Dimarahin guru pertama kali.


NANGIS KARENA NILAI JELEK PERTAMA KALI.
Gabisa ngerjain ujian (segabisa itu sampai bengong sendiri) pertama kali.
Wah pokoknya segala sesuatu yang berhubungan dengan "pertama kali gak akan ada lupanya."
(mungkin cuma gue yang begitu)

Pertama kali nangis di matematika ui.
Pertama kali nangis itu pas ujian kuis Matdas 1/Kalkulus dan hari itu adalah pembagian nilai kuis. Guesedih saat itu karena nama gue ga dipanggil yang dapet 100 gitu(WKWK), gue udah ketakutan banget sama nilai gue saat itu. Sampai akhirnya nama gue dipanggil dan gue dapet nilai..........80! Dan bodohnya gue malah nangis-_- Gue pikir itu jelek dan gak sesuai sama ekspektasi gue. Gue tau mungkin rada aneh dan belagu kalau gue nangis karena nilai 80. Dan gue bahkan malu kalau temen-temen gue udah mulai ngejekin masalah itu sekarang ini. KARENA YA, sekarang itu (semester 4) kalau dapet 60  aja udah syukuuuur. Yang dapet 80 keatas hanya dewa dewi keturunan bapak ABELIAN.

Pertama kali gue merasa diri gue buruk.
Pernah gak sih kalian mengalami ini?
Jujur aja gue termasuk yang gak pernah mikirin penampilan dari dulu. Bener bener dari dulu. Bisa dilihat gengs di masa facebook dulu foto-foto smp gue yang super duper gadis layangan. Gue gapernah peduli tentang pikiran orang atau ejekan orang atau apapun secara fisik gue. Sampai suatu hari cahaya Illahi menerangi jalan kehidupan gue. Karena akhirnya gue sadar merawat diri adalah kewajiban setiap makhluk hidup! Semua adalah berkat...


Terimakasih gengs, berkat kalian aku merasa hidup sekarang.


Dan sekarang ini gue sedang merasakan pertama kalinya akademis gue terpuruk banget.
Gue gatau juga kenapa semua ini bisa kejadian.
Gue belajar keras, udah.
Berdoa, udah.
Fokus, udah.
Gue gatau kenapa dan gimana, gue cuma bisa berserah diri sama Tuhan.
Karena gaakan bisa gue lewatin ini semua tanpa dia.
Terimakasih Tuhan! :)