Friday, 7 October 2016

Rupa-rupa Malaikatku

Malaikatku kali ini agak berbeda
Bukan malaikat yang gaib bisa terbang kemana saja
Bukan.. Aku juga bukan berbicara tentang ayah ibu kakak dan adikku//

Ini malaikat baru versiku

Malaikatku ada yang pemarah
Ia marah saat aku lupa mengerjakan PR dan lebih memilih menonton youtube, sosoknya yang tegas dan disiplin menjadikannya pribadi yang pintar dan pas dijadikan teladan..

Malaikatku ada yang suka panik
Jalan sana, jalan sini, demi aku yang hemat kertas dan mengajariku tampil lebih cantik. Ia tekun dalam belajar hal baru dan selalu terampil dalam membuat kerajinan yang terlihat rumit..

Malaikatku ada yang suka terlambat
Jarang bangun pagi dan suka lupa akan segala hal, namun jika ia bertekad, apapun dapat dikerjakannya..

Malaikatku ada yang lincah
Suka bernyanyi, menari, bahkan semua orang mengenalnya. Tak heran jika kemanapun ia pergi, pasti ada yang disapanya, ya minimal abang-abang jualan minuman. Ramah sekali, bukan?

Malaikatku ada yang suka sendiri
Kemana-mana sendiri, padahal jika sudah mengenalnya apapun bisa dibicarakan, tak heran jika badan eksekutif ada digenggamannya..

Malaikatku ada yang temperamen
Saat ia marah, ia ingin bertatap muka dengan lawannya, padahal jika jatuh cinta, ia bisa salah tingkah hanya karena melihat sepatu pujaan hatinya..

Malaikatku ada yang tak bisa serius
Tertawa menjadi bagiannya untuk segala hal. Walau begitu jika menyangkut kebenaran, tak ada yang bisa menggoyahkannya sekalipun hal itu adalah uang..

Malaikatku ada yang mudah menangis
Lembut hatinya, lembut suaranya, bahkan walau ia bersenandung teorema akan terdengar seperti siti nurhaliza yang menyenandungkan lagu "Bukan Cinta Biasa"

Malaikatku ada yang raja statistika
Memang baru mengenalnya, terlihat jika ia lah raja dari bidang kami ini. Ia sosok yang pandai dan tekun, tulus dan berani. Tak heran banyak wanita yang jadi bahan curhatannya.

Malaikatku ada yang terlalu dermawan
Segalanya ia berikan kepadaku, dari mulai tissue, centong, bekal makan siang, obat, bahkan pergi kemanapun ia siap menemani walau keadaan cuaca sedang terik ataupun hujan, terkadang aku berfikir bagaimana cara tuk membalasnya..

Mereka adalah malaikat, setidaknya bagiku.
Ketika melihat mereka, aku sadar jika memang Tuhan benar-benar ada karena aku dapat melihat-Nya melalui setiap senyum dan perlakuan mereka terhadapku.
Tak akan bisa aku bertahan di neraka yang begitu luas dan membingungkan ini jika tanpa mereka..
Mereka mengajarkanku caranya bertahan, caranya menikmati, caranya mensyukuri segala hal yang kupunyai..
Terlalu banyak pelajaran yang kuambil dari mereka, dan tidak sebanding dengan apa yang kuberikan kepada mereka.

Teruntuk malaikat-malaikatku..
Aku menyayangi kalian sebagai sahabatku, sebagai saudaraku, sebagai keluargaku..

Salam hangat,
Manusia biasa diantara malaikat-malaikat ini..

Tuesday, 4 October 2016

Teka-teki yang Baru Terjawab


(Kisah Nyata)

Saat aku kelas 4 SD aku bersekolah di SDK PaVanDersteur di daerah Bekasi. Disana aku diajar oleh ibu Agri yang menjadi wali kelasku saat itu. Kalau tidak salah ia mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia (kalau tidak salah yaa). Aku ingat teman-temanku begitu baik dan kami sangat senang diajar oleh Ibu Agri. Ia adalah orang yang ramah dan suka memberikan teka-teki.

Suatu hari, ia berulang tahun yang kesekian (kira kira pertengahan 20-30). Dan ketika ia selesai mengajar, kami semua menghampirinya dan mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. Dengan gembiranya kami membuntutinya keluar dari kelas sambil menyanyikan lagu-lagu yang biasa dinyanyikan dihari ulangtahun. Namun, tiba-tiba ia berpaling dan berbicara sesuatu.
"Terima kasih ya, anak-anak. Tapi sebenarnya dihari ulang tahun ibu ini, ibu senang dan juga sedih."
Kami pun sontak bertanya, "Kenapa, Bu? Kenapa, Bu?"
"Coba, kalian cari tahu kenapa," kata Bu Agri sambil berjalan kearah ruang guru.

YANG LUCUNYA adalah....
Kami semua menganggap itu adalah masalah yang sangat serius dan sangat ingin tahu apa jawaban dari "teka-teki" yang diberikan oleh Ibu Agri. Sampai-sampai di jam istirahat kami makan bersama sambil berunding untuk mencari jawaban yang sebenarnya tidak terlalu penting amat. Namun, rupanya perundingan tersebut tidak jua memberikan jawaban bahkan hingga hari ini diumurku yang ke-19 aku dan teman-teman belum memberi tahu Bu Agri jawabannya.

Seiring berjalannya usiaku hingga hampir memasuki kepala 2 aku jadi merasakan apa yang Bu Agri ceritakan. Melihat kedua orang tuaku yang sekarang menginjak pertengahan 40-50 tahun, serta melihat adikku yang sekarang juga sudah remaja, aku jadi mulai tahu apa jawaban dari kesedihannya.
Ternyata menjadi dewasa memang semakin rumit. Apalagi, kita juga tahu bahwa umur kita didunia ini semakin berkurang. 

Momen ulangtahun ternyata tidak hanya bisa dijadikan acara untuk bersenang-senang, namun juga sebagai refleksi diri dari apa yang kita lakukan selama hidup didunia.

Semakin dewasa, jujur saja aku semakin takut. Takut melihat diriku yang seperti apa nantinya. Apakah aku akan seperti impianku dimasa kecil? Atau aku menjadi orang memalukan buat diriku dimasa lalu? Memang benar Bu Agri. Sedih dibertambah usia memang tak dapat dipungkiri. Yang bisa kita lakukan adalah selalu bersyukur dan tambah bersyukur buat hari yang Tuhan beri.
Ulang tahun Holy, Monic dan Dinda

Ulang tahun Holy, Monic dan Dinda (2)

Ulang Tahun Mama 

Ulang Tahun Mama (2)

Ulang Tahun Ghea

Ulang Tahun Adha

Ulang Tahun Reva


Ulang Tahun Andrea


dan ulangtahun-ulangtahun selanjutnya...



Sunday, 25 September 2016

PDM 2016: Kelompok

ANNUITY


BOOLEAN


COSET


DELTA


EPSILON


FOURIER



GAMMA


HESSIAN


INTEGRAL


JACOBIAN



KRUSKAL 


LIKELIHOOD


MODULO


NULLITY


ORDINATE


POISSON


QUADRANT


RHOMBUS
SIGMA



TANGEN


UNION



VERTEX


WEIBULL



KAKAK FREDE SIAP SEDIA


KAKAK PIPI LEHA LEHA







Saturday, 27 August 2016

Utha Likumahuwa- Kau

Damai samudera luas
Seluas damai hatimu
Lembut bayuh kelana
Selembut kata hatimu

Kau layakkan sukmaku
Kau buai diriku
Kau rambah
Kau puja

Kau resapkan hidupku
Kau getarkan hatimu
Kau kurindu

Kau tahu bukan hanya angan
Kukecup lembut keningmu
Kau tahu aku pun dosa
Bercumbu dengan bayangan

Kau juga tahu apa yang tersimpan dihatiku
Dimataku..
Disenyumku..

Masih tersimpan benih cinta yang kuingini
Kau kurindu..